Di Puncak Jaya, Polisi Sambut Pelantikan SBY-Boediono Dengan Membunuh Warga Sipil

Mulia, SOMERPost : Pelantikan dan pengambilan sumpah SBY-Boediono sebagai presiden dan wakil presiden Republik Indonesia Periode 2009-2014 disambut dengan pembunuhan di Kab Puncak Jaya, Papua. Di wilayah yang dikenal sebagai lahan garapan pihak militer ini, rekayasa penembakan oleh kelompok milisi piaraan Polda Papua untuk ke sekian kalinya kembali terjadi.

Selasa (20/10) kemarin sekitar pukul 12.30 WPB, bertepatan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah SBY-Boediono sebagai Presiden dan Wapres terpilih, kelompok milisi bentukan Polda Papua menembak mati seorang pekerja dari PT. Agung Karya bernama Thamrin (45) dan melukai seorang warga setempat bernama Etiles Wanimbo. Kejadiaan naas ini terjadi di jembatan Kali Kalome, Kampung Kalome, Distrik Tingginambut, Puncak Jaya.

Thamrin tewas di lokasi kejadian karena mengalami luka tembak dan luka sabetan parang di bagian leher dan rahang, sedangkan Etiles Wanimbo yang merupakan seorang gembala mengalami luka di bagian telinga akibat serangan senjata tajam dari kelompok Milisi ini. Etiles Wanimbo dikenal sebagai seorang gembala yang selalu mengecam kebiadaban Polisi di Puncak Jaya dalam setiap khotbahnya. Kelompok milisi kemudian membakar sebuah mobil Ford Ranger DS 8080 AC milik PT Agung Karya.

Mengomentari kejadian ini, seperti biasanya, Kapolres Puncak Jaya AKBP Chris Rihulay melalui Wakapolres Kompol Marselis S yang berada di Kota Mulia, Puncak Jaya kembali menuduh TPN-OPM sebagai pelaku pembunuhan. Ia menyebut kelompok TPN-OPM pimpinan Tendiron Kogoya sebagai pelaku.

“Peristiwa tersebut terjadi saat korban Thamrin melakukan pekerjaan pembangunan Jembatan Kali Kalome, Distrik Tingginambut sekitar pukul 12.30 WIT tiba-tiba kelompok Tendiron Kogoya memberondong tembakan ke arah korban,” ungkapnya sebagai dilansir sebuah Harian Lokal yang dikelola Kodam XVII/Cenderawasih dan Polda Papua.

Senada dengan Polisi, tuduhan serupa juga datang dari pihak TNI. Pakotis Korem 173/PVB, Kapten Inf. Ibnu mengatakan, pelaku penembakan diduga berasal dari kelompok TNP-OPM pimpinan Yaliron dan Pulao dari kelompoknya Goliath Tabuni. Mereka diduga menggunakan senjata jenis SS1 ditambah senjata campuran.

Korban tewas, Thamrin, direncanakan akan diterbangkan ke kampung halamannya di Jawa Tengah. Sedangkan Etiles Wanimbo dirawat oleh keluarganya sendiri. “Pihak keluarga tidak bersedia menyerahkan Etiles Wanimbo untuk dirawat oleh Polisi datau Tentara, karena kami takut dia dibunuh di Rumah Sakit seperti Yendenak Wonda,” jelas seorang keluarga dekat Etiles Wanimbo.

Aparat Kepolisian setempat, dengan dibantu TNI sesaat setelah kejadian ini langsung berpura-pura melakukan operasi pengejaran terhadap kelompok TPN-OPM yang sebenarnya tidak ada.

“Milisi piaraan Polda Papua ini dibentuk oleh AKBP Chris Rihulay atas perintah Kapolda Papua, Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto. Tujuannya tidak lain untuk merekayasa pembunuhan terhadap warga sipil yang tidak berdosa kemudian mengkambinghitamkan TPN-OPM dan dengan dasar itu bisa memeras dana rakyat dari pihak Pemkab Puncak Jaya dengan alasan untuk operasi pemulihan keamanan,” jelas seorang pejabat Pemkab setempat yang meminta agar namanya tidak ditulis.***

Pos ini dipublikasikan di Terorisme Brutal dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s