Lukas Enembe Minta Aparat TNI-Polri Ditarik Dari Puncak Jaya

Oleh : SOMERPost

Mulia, SOMERPost – Menyusul pembunuhan terhadap Thamrin, pekerja jembatan Kali Kalome pada Selasa (20/10) lalu oleh Milisi Piaraan Polda Papua, Bupati Kab. Puncak Jaya, Papua, Lukas Enembe, SIP akhirnya meminta kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pusat agar menarik pasukan Non Organik TNI-Polri dari Kab. Pucak Jaya. Pernyataan keras ini terpaksa ia keluarkan Kamis (22/10) kemarin karena dirinya menilai kehadiran Aparat Keamanan (TNI-Polri) dalam jumlah besar di Puncak Jaya terbukti tidak memberikan rasa aman bagi rakyat setempat.

Enembe menilai kehadiran pasangan “kembar-siam” ini justru membuat resah masyarakat setempat karena rekayasa-rekayasa penembakan antar kesatuan yang terus mereka lakukan, penyerangan terhadap masyarakat setempat, pembasmian ternak dan kebun, sampai pada pemerasan terhadap Pemkab setempat yang nilainya telah menembus angka milyaran rupiah.

“Saya sudah meminta kepada mereka yang menempatkan pasukan nonorganik di Puncak Jaya agar segera menarik kembali ke kesatuan masing-masing karena kehadiran mereka tidak memberikan rasa aman,” kata Enembe. Enembe menilai, seharusnya keberadaan aparat keamanan itu untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat dan bukan sebaliknya.

Terkait insiden pembunuhan di Kali Kalome, Bupati Enembe juga meminta kepada berbagai pihak, termasuk media massa untuk tidak serta-merta menuduh TPN-OPM sebagai pelaku penembakan terhadap warga sipil tak berdosa tersebut.”Saya dapat memastikan kasus penembakan yang menewaskan pekerja jembatan itu bukan dilakukan TPN-OPM,” tegas Bupati Enembe.

Enembe juga sempat menyatakan keheranannya atas berbagai insiden penembakan terhadap satuan-satuan TNI-Polri maupun pembunuhan terhadap warga sipil yang hampir semua terjadi di sekitar Pos Keamanan, termasuk insiden pembunuhan terhadap Thamrin di Kali Kalome. Pembunuhan tersebut terjadi hanya berjarak beberapa meter dari Pos Keamanan.

Untuk diketahui, pernyataan keras serupa juga pernah dikeluarkan Bupati Enembe beberapa bulan lalu. Saat itu, ia memprotes pemerasan aparat TNI-Polri terhadap Pemkab Puncak Jaya yang angkanya sudah menembus Milyaran Rupiah sehingga pembangunan di kabupaten tersebut tidak berjalan efektif. Akibat pernyataan tersebut, Kopasus kemudian menembak Rumah Dinas Bupati Enembe di Mulia kemudian menuduh TPN-OPM sebagai pelaku penembakan.****

Pos ini dipublikasikan di Lawan Militerisme dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s