Kapolda Akui Kelly Kwalik Bukan Pelaku Teror Di Areal Freeport

Timika, SOMERPost – Teka-teki tentang siapa pelaku teror yang melakukan serangkaian penembakan dan pembunuhan di areal PT Freeport kini mulai terkuak. Setelah sekian lama membungkam karena diintimidasi Kopasus, Kapolda Papua Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto, atas desakan bawahannya, kini mulai memberanikan diri untuk buka mulut. Jumat (23/10) kemarin, ketika dikonfirmasi wartawan usai serah terima jabatan Wakapolda Papua di Aula Rastra Samara Polda Papua, orang nomor satu di jajaran Polda Papua ini mengakui dengan jujur bahwa pelaku teror di areal Freeport bukan Kelly Kwalik.

“Polisi punya sejumlah bukti yang kuat dan dapat dibuktikan secara yuridis formal bahwa pelaku teror di areal PT Freeport adalah bukan Kelly Kwalik dan kelompoknya,” jelas Kapolda.

Ia mengatakan, ada bukti-bukti dari selongsong amunisi yang buatan Pindad, jejak kaki bersepatu lars, jenis senjata yang digunakan, logistik militer yang dipasok terus dari luar dan informasi akurat dari rakyat setempat yang dapat menjadi bukti bahwa Kelly Kwalik bukan pelaku teror.

“Polisi tidak mungkin berbohong, dari hasil pertemuan beberapa anggota Polisi yang saya utus untuk menemui Kelly Kwalik, Kelly Kwalik mengakui bahwa teror di Timika bukan ulah anak buahnya melainkan kelompok lain yang meniru modus Anton Wamang Cs,” ujar Kapolda.

Teror di areal PT Freeport yang dimulai dengan pembunuhan terhadap warga Australia beberapa waktu lalu memang belum ditangani secara tuntas karena melibatkan Satuan Elit Angkatan Darat, Kopasus. Dalam penyisiran mencari pelaku pembunuhan terhadap Drew Nicholas Grant, Pasukan Sat Brimobda Papua sempat menangkap lima anggota Kopasus dari sekitar tempat kejadian. Mereka kemudian dibebaskan atas perintah Kapolda Papua.

“Mudah-mudahan Kapolda bisa semakin terbuka dan secara jujur mengakui berdasarkan sejumlah bukti dan saksi bahwa pelaku teror adalah Kopasus supaya sandiwara memalukan ini segera berakhir dan para karyawan bisa aktif bekerja untuk memberi makan anak-istri mereka,” ungkap seorang anggota Sat Brimobda Papua yang ikut melakukan penyisiran mencari pembunuh Drew Grant dan berhasil menangkap lima anggota Kopasus.***

Pos ini dipublikasikan di Terorisme Brutal dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s