Pangdam XVII/Cenderawasih Tuduh Kelly Kwalik Melalui Video Palsu

Jayapura, SOMERPost : Pengakuan Kapolda Papua Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto bahwa pelaku teror di areal PT Freeport adalah bukan Kelly Kwalik ditanggapi Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution. Orang nomor satu di jajaran Kodam XVII/Cenderawasih itu mengatakan bahwa Kelly Kwalik berada di balik semua aksi teror di areal Freeport. Tuduhan terhadap Kelly Kwalik terungkap dalam diskusi publik yang digelar DPD KNPI Papua di Jayapura, Jumat (30/10) kemarin.

Untuk membenarkan tuduhannya, Nasution, dalam pemaparannya sempat memutar sebuah video yang menunjukkan Kelly Kwalik sedang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menyerang PT Freeport dan hingga kini perintah tersebut belum ditarik atau dicabut. Video tersebut, setelah ditelusuri WPToday, ternyata merupakan video rekayasa yang dibuat oleh beberapa wartawan Metro TV di Timika atas permintaan Pangdam Nasution.

Orang yang mengaku sebagai Kelly Kwalik dan ditampilkan dalam video tersebut sebenarnya adalah seorang Tentara yang menyamar sebagai Kelly Kwalik. “Itu OPM Swadaya yang dipakai untuk menutupi dan menghilangkan jejak aksi-aksi TNI, khususnya Kopasus yang membunuh Drew Nicholas Grant dan menggorok leher Marson Patipelohy dari Provos Polda Papua,” jelas sumber SOMERPost di Mako Brimobda Papua, Kotaraja, Jayapura.

Kapolda Papua Irjen Pol. FX Bagus Ekodanto beberapa waktu lalu mengatakan, ada bukti-bukti dari selongsong amunisi yang buatan Pindad, jejak kaki bersepatu lars, jenis senjata yang digunakan, logistik militer yang dipasok terus dari luar dan informasi akurat dari rakyat setempat yang dapat menjadi bukti bahwa Kelly Kwalik bukan pelaku teror.

Pernyataan Kapolda dilontarkan setelah ia mengutus anggotanya untuk menemui Kelly Kwalik dan menanyakan langsung, apakah ia terlibat aksi-aksi teror selama ini. “Kelly Kwalik mengatakan aksi penembakan di areal Freeport bukan dilakukan oleh kelompoknya,” jelas Ekodanto.

“Video rekayasa tersebut belum diumumkan di beberapa stasiun televisi karena takut akan dijadikan bahan lelucon publik karena orang yang mengaku sebagai Kelly Kwalik dalam Video tersebut akan diketahui sebagai seorang Tentara Kodam,” pungkas seorang wartawan lokal di Jayapura.

Selain memutar video palsu yang dikatakan sebagai rekaman perintah Kelly Kwalik, Nasution juga memutar video Goliath Tabuni yang sedang memegang senjata organik jenis SS-1. Video tersebut diberikan oleh seorang wartawan bernama Imran. Imran memperoleh rekaman asli tersebut dari beberapa Aktivis Mahasiswa yang berhasil menyusup ke Markas Goliath Tabuni dan merekam semua yang ada di markas tersebut menggunakan Handy Cam milik Imran.****

Pos ini dipublikasikan di Terorisme Brutal dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s