Di Mulia, Seorang Anggota Brimob Tewas Dikampak TNI

Mulia, SOMERPost :  Pembunuhan sadis kembali terjadi di Mulia, Kab. Puncak Jaya, Papua. Seorang anggota Brimob bernama Sahrul Mahulau (23) tewas dikampak di bagian leher oleh seorang anggota TNI yang menyamar dan bergabung dengan tiga orang warga setempat di depan Alda Chris Papua, salah satu agen BBM yang ada di Kota Mulia, Puncak Jaya, Senin (15/02) kemarin. Tiga orang yang bersama pelaku mengeroyok korban diketahui sebagai Milisi binaan Tentara Nasional Indonesia. Para pelaku kemudian merampas senjata SS1 beserta amnunisinya yang berjumlah 20 butir.

Beberapa warga setempat yang ada di sekitar tempat kejadian kemudian melarikan Sahrul ke Rumah Sakit Mulia untuk mendapatkan perawatan medis tetapi nyawa korban tidak sempat tertolong. Jenazah Sahrul selanjutnya diterbangkan dari Mulia ke Jayapura untuk diotopsi di RS Bhayangkara Polda Papua, Kotaraja.

Saksi mata menyebutkan, Syahrul jelas dikampak oleh Anggota TNI, tetapi belum diketahaui apa motif sesungguhnya dibalik tindakan kejam ini. Mereka menduga, ini upaya serius untuk menuduh pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) pimpinan Goliath Tabuni kemudian mendapat legitimasi untuk melakukan pemerasan terhadap Pemkab setempat menyangkut biaya operasi pemulihan keamanan atau pengejaran terhadap pelaku.

“Kami harap Polisi bisa selidiki secara seksama dan simpulkan hasilnya tanpa takut terhadap TNI kemudian menuduh masyarakat sebagai pelaku,” harap seorang saksi mata yang takut namanya ditulis.

Penuturan saksi agak jelas setelah beberapa saksi lain, termasuk beberapa anggota Brimob mengatakan bahwa Sahrul pergi ke tempat BBM bersama seorang anggota TNI menggunakan Sepeda Motor.

“Sahrul memang dibonceng oleh rekan dari TNI yang akan mengamankan pembagian BBM, tetapi pada saat dikampak, rekan dari TNI langsung tancap gas dan kabur ke tempat lain,” jelas seorang rekan Sahrul. Menurutnya, sampai saat ini mereka belum mendengar keterangan dari anggota TNI tersebut.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Agus Rianto ketika dikonfirmasi para wartawan di Mapolda Papua, Senin (15/02) kemarin mengatakan belum mengetahui jenis senjata apa yang dipakai pelaku ketika mencabut nyawa Sahrul. “Belum diketahui senjata apa yang digunakan, apakah parang, pisau atau senjata jenis lainnya,” katanya.

Puncak Jaya merupakan sebuah wilayah yang sedang dijadikan lahan operasi militer oleh satuan-satuan TNI dan Polri. Untuk mendapatkan proyek operasi militer, satuan-satuan ini biasa saling menyerang kemudian menuduh TPN-PB sebagai pelaku penyerangan dan, dengan dasar itu, mereka dengan leluasa memeras Pemkab setempat, membakar pemukiman warga, membasmi kebun dan ternak, menembak warga sipil dan menjadikan Puncak Jaya sebagai daerah rawan.***

Pos ini dipublikasikan di Aksi TNI-Polri dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s