Front Pepera PB Peringati Empat Tahun Bentrok 16 Maret Abepura

Oleh : SOMERPost

Jayapura, SOMERPost – Eksekutif Nasional Front Persatuan Perjuangan Rakyat Papua Barat (Eksnas Front Perera PB) memperingati empat tahun Bentrok 16 Maret Abepura (B16MA) yang jatuh pada hari ini, Selasa (16/3). Acara diperingati dalam bentuk Doa bersama dan Konferensi Pers di Pendopo Asrama Tunas Harapan, Jl Yakonde Abepura. Puluhan wartawan media massa lokal dan nasional tampak hadir memenuhi undangan Front Pepera PB.

Front Pepera PB dalam Siaran Pers yang ditandatangani oleh Selpius Bobii (Ketua Umum) dan Gunawan Inggeruhi (Sekjen) itu menyatakan bahwa Bentrok 16 Maret 2006 adalah skenario tingkat tinggi yang dikemas secara rapi oleh pihak ketiga yang adalah kaki tangan pemerintah demi mencapai empat kepentingan, yakni pertama, meredam aksi damai Nasional dan Internasional tentang penutupan PT. Freeport; kedua, bagi yang berhasil memainkan skenario dibalik bentrokan 16 Maret 2006 mendapat balas jasa; ketiga, demi menaikan pangkat dan jabatan bagi aparat keamanan; keempat, demi mendegaradasikan gerakan sipil Papua.

Dalam momen HUT Ke-empat Bentrok 16 Maret Abepura ini, Front Pepera PB juga menyatakan sikap tegas mereka yang terdiri dari enam point tuntutan, antara lain mendesak Kapolda Papua untuk segera mencabut Status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap teman-teman mereka.

“Mendesak Kapolda Papua segera mencabut Status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap saudara Hans Gebze, dan kawan-kawan lain pasca tragedi 16 Maret 2006 karena mereka bukanlah pelaku, dan jika terjadi penangkapan terhadap rekan-rekan kami, maka ini masalah baru,” tulis Front Pepera PB dalam Siaran Pers tersebut.

Bentrok 16 Maret Abepura yang menelan korban tewas 4 Polisi dan 1 TNI (Intel AURI) bermula dari demonstrasi Massa Front Pepera PB Kota Jayapura dan Parlemen Jalanan pada tanggal 15 dan 16 maret 2006. Mereka memprotes kejahatan PT Freeport-Rio Tinto seperti terbunuhnya ribuan orang oleh TNI/Polri yang mengamankan Operasi Korporasi tersebut yang diklaim sebagai Obyek Vital Nasional dan tercemarnya ratusan ribu hektar tanah dan lautan oleh limbah beracun.

Kericuhan terjadi ketika Polisi, dengan bantuan provokasi Intelijen TNI/Polri yang tersebar di tengah-tengah massa, salah satunya Serda Agung Prihadi (Intel AURI yang tewas dihakimi massa), membubarkan massa secara paksa dengan semprotan gas air mata dan tembakan peluru tajam maupun karet. Menurut beberapa saksi mata, bentrok tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi sekiranya pihak intelijen tidak memprovokasi massa karena telah ada kesepakatan bersama setelah negosiasi antara Korlap Aksi Arnold Omba dan Polisi yang diwakili oleh AKP Yan Piet Reba dan AKP Dominggus Rumaropen.

Sebanyak 22 Orang yang dituduh membunuh Polisi dan Intel AURI dibawa ke Pengadilan dengan tuduhan berlapis berdasarkan keterangan dari beberapa saksi palsu. Sebelumnya, mereka mengalami berbagai bentuk penyiksaan secara bebas di tahanan Polda Papua. Mereka, termasuk Selpius Bobii, mendekam di LP Abepura setelah divonis dengan massa tahanan yang berbeda : 2 orang 6 tahun penjara, 3 orang 15 tahun penjara dan 17 orang 5 tahun penjara.

Selama di penjara, para tahanan ini menjalani berbagai bentuk penyiksaan, teror dan ancaman pembunuhan dari para petugas LP Abepura sehingga 1 orang dari antara mereka, Eko Berotabui, kemudian bunuh diri di tahanan karena depresi. Tahanan lainnya, Ferdinan Pakage, dianiaya oleh petugas LP sehingga salah satu matanya tidak berfungsi lagi.

Beberapa petinggi Polisi di Jayapura yang mengelola bentrok tersebut dan berhasil membunuh 4 bawahan mereka melalui tangan para demonstran ternyata mendapat promosi jabatan setelah bentrok tersebut. Mereka diantaranya adalah AKP Dominggus Rumaropen, AKBP Robert Djonsoe, AKP Robert Suweni, AKP Taufik Pribadi dan Kombes Pol Paulus Waterpauw. Polisi juga saat itu langsung mendapat proyek pengamanan PT Freeport.***

Pos ini dipublikasikan di WPNews dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Front Pepera PB Peringati Empat Tahun Bentrok 16 Maret Abepura

  1. Muineto Xavier Mawan berkata:

    Kasihan! yang pangkat kecil dibantai dan darahnya menjadi pupuk buat kesuburan mereka2 yang berpangkat besar. Saatnya kawan2 Polisi (berpangkat kecil) sadar dan tidak terus dieksploitasi oleh atasan kalian…!

    MXM

  2. ADRIAN berkata:

    Papua Pasti Merdeka!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s