BEM Uncen Tolak Dubes AS

Jayapura, SOMERPost – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih (BEM Uncen) secara tegas menolak kedatangan   Scot Marciel, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia di Papua.  Alasannya, karena AS dan Indonesia dinilai hanya membangun kerjasama dalam rangka mengeruk kekayaan alam Papua tanpa peduli dengan manusianya.

“Kami menolak dengan tegas kedatangan Dubes AS di Papua jika hanya ingin membangun kerja sama tanpa menyelesaikan status politik bangsa Papua,” kata Kristian Peday, Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa, di Auditorium Uncen, Rabu (6/10) kemarin.

Kristian juga menolak segala perhatian AS terhadap Papua melalui Indonesia. “Karena rakyat Papua sudah cukup menderita, pertolongan dan perhatian AS bagi Papua sudah terlambat, sekarang bukan saatnya lagi,” ujarnya. Sementara itu, Benyamin Gurik, aktivis  BEM Uncen mengatakan, rakyat Papua saat ini hanya ingin ‘merdeka’ sebagai Negara berdaulat. “Otonomi Khusus telah gagal, AS dan NKRI jangan ada di Papua lagi,” kata Gurik.

Kunjungan Scot Marciel terus diteriaki  ratusan mahasiswa Papua yang tak henti-hentinya meneriakan Papua merdeka, dengan bahasa Indonesia maupun Inggris, “Freedom Papua”.   Dubes  Scot Marciel menyatakan, AS hanya ingin membangun kerjasama dengan pemerintah RI dalam bidang  pendidikan dan ekonomi, termasuk di Papua.***

Pos ini dipublikasikan di Papua Protes dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke BEM Uncen Tolak Dubes AS

  1. papua jaya berkata:

    dapat di katakan jika di lihat dari perspektif kami kedatangan dubes Scot Marciel adalah Sebuah tragedi baru yang yang meninabobokan sdM PAPUA dengan tawaran kerjasama di bidang pendidikan dan kesehatan walaupun keliahatannya baik agar terjadi peningkatan mutu/kualitas profesional sdm papua, namaun di sisilain perlu kita ketahui bersama, bahwa dalam membangun diplomasi atau kerja sama anatar negara ada sebuah istilah “saya kasih anda,tetapi apa yang akan anda berikan bagi saya.” maka dalam kondisi seperti ini, kami harapkan kita harus jeli jagan sampai kita mengalami nasib yang membawah malapetaka baru dan juga kita orang papua tidak boleh terpancing dengan madu manis yang akan menghanyutkan kita dan akhirnya kitapun melupapakan identitas nasionalisme dan jati diri kita wets papua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s