Di Nafri, Penembak Misterius Tembak Mati 1 Orang dan Cederai 5 Lainnya

Jayapura, SOMERPost : Sekelompok penembak misterius, Minggu (28/11) sekitar pukul 10.30 WIT kemarin melepaskan tembakan ke arah pengendara mobil dan motor yang melintasi ruas Jalan Trans Irian, tepatnya dekat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tanjakan Kampung Nafri, Kota Jayapura. Akibat serangan tersebut, seorang pengendara motor bernama Riswandi Yunus (35) tewas di tempat.

Sedangkan korban lainnya yang mengalami luka tembak adalah Baharudin (45) mengalami luka tembak di telapak tangan kanan, Fernal Nongga (12) luka tembak di tangan kiri, Alex Nongga (32) luka tembak di lengan kiri, Iswanto (56) luka lecet di bagian lutut sedangkan Saharia Bowo (38) ibu rumah tangga mengalami luka tembak pada kedua lutut.

Satu korban yang lolos dan tidak terkena tembakan sama sekali adalah sopir truk pengangkut sampah bernama Ahmad Maulud (50). Dialah satu-satunya saksi yang dimintai keterangan oleh Polisi.

“Saya tidak melihat secara jelas wajah kedua pelaku yang melakukan penembakan kearah saya, namun, satu diantaranya menggunakan pakaian loreng yang sudah agak kumuh,” ungkap Ahmad.

Ahmad menjelaskan, pelaku yang diduga dua orang dirinya dari samping kiri jalan dengan senjata siap tembak, berjarak 16 meter dari arah mobil. Kemudian  pelaku langsung memuntahkan pelurunya ke arah pengemudi truk sampah tersebut.

Ketika bersama Polisi melakukan olah TKP, Ahmad yang didampingi  Kasat Reskrim Polsekta Abepura Ipda Unding Alimudin S.Sos langsung menunjukkan lokasi penembakan dirinya. Di tempat yang ditunjuk Ahmad, Polisi menemukan 4 selongsong peluru SS-1.

Korban meninggal Riswandi Yunus sesaat setelah dibawa ke RSUD Abepura, langsung dibawa ke rumah duka di Perumahan Grand Permai Kotaraja Blok C 39. Keluarganya silih berganti datang melayat. Sementara korban yang cedera saat ini sedang dirawat di RSUD Dok II. Mereka mendapat rujukan dari RSUD Abepura.

Setelah olah TKP dengan mengambil sejumlah barang bukti di TKP, pasukan Brimobda Papua dan anggota Polda maupun Polresta Jayapura langsung melakukan penyisiran baik ke arah Koya serta Arso terus ke arah perbatasan RI-Papua Nugini maupun ke arah Puay di sekitar danau Sentani.

Banyak kalangan menduga, penembakan tersebut direkayasa oleh satuan-satuan militer untuk mengacaukan situasi menjelang tanggal 1 Desember 2010 dengan mengincar dana stabilitas yang bersumber dari APBD Pemkot Jayapura, Pemkab Jayapura dan Pemkab Keerom menjelang akhir tahun anggaran.

Ada juga indikasi ke arah sekenario untuk mencari kambing hitam di kalangan warga masyarakat yang selama ini dicurigai sebagai anggota TPN-OPM tetapi tidak cukup bukti untuk meringkus mereka.

Beberapa hari lalu, TNI sempat menggerebek sebuah rumah di Workwana, Arso, Kab. Keerom karena diduga menjadi tempat persembunyian pentolan TPN-OPM, Lambert Pekikir.

Serangan mematikan ini juga sempat menjadi bahan lelucon banyak warga karena terjadi di tengah-tengah beberapa basis satuan militer yang ketat terhadap penyelundupan senjata dan amunisi.***

Pos ini dipublikasikan di Aksi TNI-Polri dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s